
Competence-Based Education (CBE) merupakan penyusunan modul perkuliahan untuk menghasilkan mahasiswa yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
Pelatihan ini bertujuan untuk melatih dosen dari Fakultas Peternakan IPB untuk menerapkan CBE di Program Studi Magister Logistik Peternakan. Pelatihan CBE telah dilakukan secara kontinyu dan dimulai sejak tahun 2015 yang diberikan oleh expert pendidikan dan kurikulum dari Belanda , seperti Hans Corten dari CAH Vilentum University dan dilanjutkan pada tahun 2016 oleh Ronald KNUST-Graichen dari Stoas Vilentum University pada 11- 14 Januari 2016 dan 14-17 Maret 2016.
Perbedaan CBE dan metode konvensional yang diterapkan di Perguruan Tinggi Indonesia adalah mahasiswa didorong untuk berpikir kritis dan mampu menganalisis kondisi aktual dalam situasi nyata untuk mencapai hasil pembelajaran. Mahasiswa tidak hanya diberikan tugas dengan laporan tertulis, namun ada alternatif tugas lain, seperti membuat video, gambar, poster, lembar kerja, desain, dan diskusi untuk menilai mahasiswa dalam mencapai learning outcome.
Menentukan kompetensi, learning outcome, learning task, dan rubrik penting dalam metode CBE untuk menyusun modul pembelajaran. Kompetensi berdasarkan learning outcome, digunakan untuk menentukan tugas dan penilaian (assessment). Tugas yang diberikan membantu dosen untuk dalam membimbing mahasiswa untuk mencapai learning outcome. Penilaian diberikan untuk mengevaluasi kemampuan siswa dalam mencapai learning outcome.